Malam semakin larut. Udara malam pun semakin menusuk kulit. Namun, hal itu tidak menggoyahkan seorang Dean Lesmana Putra untuk duduk di rooftop markasnya sambil menikmati keindahan city light ditemani sebotol wine yang kini hanya tinggal setengah. Mata Dean menatap lurus entah kemana, sedang pikiran lelaki itu melayang pada reaksi Raya saat diberinya kejutan tadi sore. 'Kenapa semua yang gue lakuin selalu salah di mata elo, Ray?' batin Dean bingung. Sesekali ia pun menenggak air keras yang berada di tangannya, tanpa mengalihkan perhatian sedikit pun. "Apa yang harus gue lakuin agar elo bisa melupakan Alex, Ray? Sungguh, gue sangat mencintai elo. Dan gue takut banget elo akan pergi ninggalin gue," gumam Dean. Kemudian ia meminum minuman beralkohol itu lagi. Dean semakin asyik memikirkan

