Jiwa berusaha melepaskan genggaman tangan Raga, tapi tenaganya selalu kalah dari laki laki itu. Raga juga tidak merasa terganggu dengan penolakan dari istrinya, laki laki itu malah semakin mengeratkan genggamannya. Jika tidak ingat dimana mereka sekarang, mungkin Raga akan menggendong Jiwa. Mereka berdua masuk kedalam ruangan Raga, mata Jiwa memanas saat ingat kejadian malam itu. Kenapa Raga mengajaknya kesini? Laki laki itu pasti sengaja membuat Jiwa semakin terluka. "Sengaja banget ngajak aku kesini," sindir Jiwa, suaminya memang sudah keterlaluan. Raga mengajak Jiwa duduk di sofa yang ada di ruangan itu, dengan tidak tahu diri Raga malah memeluk tubuh mungil istrinya. Membuat Jiwa terkejut, apa sebenarnya tujuan Raga sekarang. Jiwa sangat menyesal karena menuruti keinginan suami tuan

