Hari sudah menjelang sore saat Enzi dan Rachel dalam perjalanan kembali ke kantor. Rachel dengan rok pendeknya duduk di sebelah Enzi dengan kaki kanan yang berpangku di kaki kirinya. Sehingga rok pendeknya yang panjangnya sudah di atas lutut semakin terangkat dan mengekspos pahanya. “Meeting hari ini cukup melelahkan ya, Pak,” ucap Rachel sambil menolehkan kepalanya pada Enzi. Seperti disengaja, Rachel membawa tangan kanannya membelai bagian di atas lutut yang terekspos untuk menarik perhatian Enzi. Sebagai lelaki normal tentu Enzi langsung melirikkan matanya pada kaki mulus Rachel. “Kamu ingin menggoda saya, Rachel?” tanya Enzi yang fokus menyetirnya sudah hampir hilang. “Apa tidak boleh? Kita juga sudah lama kan tidak ….” Rachel menggantung kalimatnya, tetapi Enzi mengerti apa yang d

