Seberkas cahaya menyusup masuk menyilaukan mata Enzi yang perlahan terbuka. Dikerjapkannya beberapa kali kedua matanya sampai retina matanya menjadi terbiasa dan Enzi tidak lagi merasa silau. “Enzi ….” Suara seorang wanita terdengar dari telinga kiri Enzi. Perlahan-lahan Enzi memutar kepalanya menoleh ke arah kiri. Ternyata suara wanita tersebut berasal dari Bella yang kini berada di sisi kiri ranjang. Bella sudah menunggu lama di sana. Menunggu calon suaminya itu membuka kedua matanya sambil menggenggam tangannya dengan sangat erat. Bella mendapat kabar tentang kecelakaanyang menimpa Enzi dari Ibu Anne. Tidak lagi memikirkan pameran foto yang sedang berlangsung wanita itu langsung memesan tiket untuk kembali ke tanah air. Bella bahkan menahan tangis selama penerbangan karena terlalu me

