Saat ini baik Iva dan Dewa tengah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Iva sibuk mengurus pekerjaannya. Dia sudah absen dari pekerjaannya dan sekarang pekerjaannya menumpuk menunggu untuk diselesaikan satu per satu. Sedangkan Dewa yang ditugaskan jadi asisten pribadi Iva kini memegang ponselnya untuk mengambil beberapa foto Iva dan juga melaporkan apa yang dilakukan oleh Iva pada Ibu Anne. “Dewa,” panggil Iva. Dewa pun menjawab panggilan tersebut, “Ya, Iva.” Mata Iva mendelik tajam ke arah Dewa. “Panggil saya dengan sebutan Ibu Iva. Biar bagaimana juga kamu adalah asisten saya, dan kamu harus menunjukkan sedikit rasa hormat pada saya,” titah Iva dengan sinis. “Huh!” Dewa mendengkus. “Baiklah, Ibu Iva yang terhormat,” ucapnya dengan penuh penekanan. “Dewa, bisa kamu bantu saya m

