"Oke, kita sudah sampai. Tuh, Kakak kamu udah nungguin." Maya menatap ke luar jendela kaca mobil dan benar saja Fian menunggu ia pulang di depan pagar. "Yang benar saja, aku bukan anak kecil lagi," cibir Maya kesal. Biasanya Fian akan mengeluarkan sikap posesifnya sebagai seorang kakak, tetapi malah sebaliknya pada Andre. Maya tidak tahu apa yang membuat Fian sangat percaya pada Andre. Langit malam pun terlihat cerah dengan sinar rembulan dengan bintang yang bertaburan terlihat seperti menyambut malam untuk Maya dan Andre. "Tunggu!" ujar Andre menghentikan aksi Maya yang ingin membuka pintu mobil. Andre keluar terlebih dahulu, ia berjalan untuk mengitari mobilnya dan membuka pintu mobil untuk Maya. "Duh, hatiku udah gak selamat kalau gini," jerit Maya dalam hatinya. Fian pun sudah

