Biasanya seseorang akan merasa hal yang campur aduk dalam batin nya tatkala ia akan menikah dengan seseorang, terutama dia di pihak Wanita. Sama halnya yang tengah dirasakan Sarah saat ini. Untuk kali kedua dalam hidupnya, ia mengenakan pakaian kebaya putih untuk menikah dengan Zain. Benar, bukan karena cinta melainkan jalur perselingkuhan karena sesuatu hal yang hanya akan diketahui oleh Zain, Jinah dan Sarah. Dengan kaki yang bergetar di depan meja rias, ia menatap wajahnya dan membayangkan masa lalu kembali menghampirinya. Sayangnya, suara berat dari Zain membuat semuanya kacau. Tenggorokan Sarah terasa kering, dengan cepat ia meminum seteguk gelas yang ada di hadapannya dan langsung habis. Terlihat ia sangat dehidrasi. Zain mendekat dan memegang pundak Sarah. Ia menatap pantulan waja

