Sarah baru saja duduk termenung di kamar yang disediakan di rumah Hasan untuk ia dan Zain karena mereka sudah resmi menjadi suami istri. Sarah masih terbayang dengan perkataan Andre yang berniat menggantikan posisi dirinya sebagai Mama dari Kia. Tanpa sadar, tangannya terulur memegang perutnya. "Apa dia sudah benar-benar melupakan diriku? Tapi ... bukankah itu hal wajar? Aku yang telah melukai hatimu terlalu dalam." Zain memperhatikan sudut kamar mereka yang baru. Sampai matanya jatuh pada Sarah yang terlihat diam saja. "Ada apa?" tanya Zain sambil menepuk bahu Sarah. Namun, istri Zain itu hanya menggeleng kecil sembari menoleh dan tersenyum pada Zain. "Aku mungkin hanya sedikit lelah." Zain tersenyum. Ia tahu bahwa Sarah berbohong dengan mengatakan itu padanya. Mulut bisa berbohon

