"Maya? Maya." Suara familiar dan sudah menjadi candu untuk Maya dengar malah semakin membuat Maya terlelap dalam tidurnya. Andre menatap jam yang sudah seharusnya Maya bangun terlebih dahulu agar tidak melewatkan Kian yang bangun lebih dulu dari Maya. Maya memang bermalam semalam dan tidur di kamar Kia karena Kia yang sudah tertidur lebih dulu. "Maya." Andre tidak berani untuk membangunkan Maya sebenarnya. Namun, usahanya dengan memanggil nama Maya juga tidak berhasil membangunkan wanita yang masih puas terlelap di dalam tidurnya. Andre dengan takut mendekatkan tangannya membelai wajah Maya. Senyuman perlahan hadir di wajah Andre. Wajah damai Maya membuat seperti udara sejuk ada di dalam hatinya. Sangat enak untuk ia pandang. "Maya, bangun, yuk." Maya menggeliat. Ia dengan cepat m

