Mandala mengerutkan kening melihat kedai kopi di depannya. Gue nggak salah alamat, kan? Batin Mandala memastikan untuk ke sekian kalinya. Pria itu kembali mengecek ponselnya. Dan benar! Ini alamat yang diinstruksikan oleh Fendi. Setelah mengucapkan terima kasih pada supir taksi, Mandala langsung memasuki kedai kopi yang tidak terlalu ramai itu. Kedai kopi itu tidak terlalu luas, jadi hanya dengan sekali lihat Mandala sudah menemukan siapa yang dicarinya. Dia tidak terlalu mengenal Bapak Anggun, tapi perawakan Fendi cukup menonjol. Dia langsung mendekati dua orang itu dan menyapanya dengan sopan. “Selamat sore, Fen, Om.” Fendi langsung menengok ke belakang dan tidak terkejut dengan kedatangan Mandala. Secara, dialah yang memberikan alamat kedai ini pada pria itu. Buru-buru Fendi mengamb

