Seminggu kemudian. “Ciyeeeee yang abis honeymoon kedua. Gimana? Lancar kan?” Anggun memukul bahu Tesla agar mulutnya berhenti menggodai dirinya. Tesla tertawa terbahak-bahak karena sikap Anggun yang masih seperti gadis kemaren sore yang baru sekali melakukan honeymoon. “Mana nih oleh-oleh dari pulang honeymoon?” canda Tesla lagi. Anggun memutar bola matanya. “Yaelah, cuma ke Puncak juga masa lo minta oleh-oleh sih? Bikin susah bawanya tahu.” Faktanya, dia dan Mandala memang hanya ke Puncak. Anggun tahu kalau itu bukan destinasi yang wah untuk honeymoon kedua –seperti kata Tesla- tapi itu cukup untuk melepaskan penat. Anggun pun yang awalnya tidak punya planning seperti ini hanya menyetujui saja. Toh suaminya yang mengajaknya. Lagipula dia pun berfikir dalam waktu libur yang singkat
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


