Masuk ke dalam ruangannya, Daren langsung menyandarkan tubuh di kursi kursi kerjanya. Pria itu juga menumpukan lehernya di sandaran kursi, memejamkan mata dan menarik lantas menghembuskan napasnya kasar berkali-kali. Pria itu mencoba membuat dirinya lebih tenang, mencoba mengontrol pikirannya dari semua yang masuk ke kepalanya hari ini. Terlalu banyak, terlalu penuh hingga Daren merasa ia ada pada batas toleransinya. Daren masih mengatur napasnya satu-dua dengan mata terpejam ketika Gaffa masuk ke ruangannya hanya dengan sebuah ketukan penanda, tanpa menunggu izin pemilik ruangan itu untuk masuk dan menemuinya. “Pak Daren, Bapak—” “Pastiin si berengsek itu dijatuhi hukuman seberat-beratnya, Gaf. Kalau bisa jangan biarin dia keluar dari penjara seumur hidup.” Komentar Daren tidak member

