Tama mencengkram stir kemudinya erat-erat, mengulang berkali-kali setiap kali panggilannya pada Clair terputus tanpa adanya jawaban. Pria itu menginjak pedal gas mobil lebih dalam, menaikan laju mobil yang dikendarinya lebih cepat dari sebelumnya. Meski berusaha fokus menyetir agar dirinya cepat sampai di tempat yang Clair tuju, nyatanya Tama tidak bisa hanya melaju begitu saja, padahal dengan kecepatan seperti itu seharusnya ia memang hanya fokus pada kemudinya. Pria itu masih berusaha menghubungi Clair, berkali-kali meninggalkan stir kemudi dengan satu tangan untuk men-dial ulang nomer yang dihubunginya melalui layar di dashboard mobilnya. Sialnya, berkali-kali Tama mencoba, berkali-kali juga pria itu gagal yang membuat emosinya yang biasanya Clair bilang menghilang entah kemana kini b

