"Temen-temen kamu mau ketemu sama aku?" Seru Clair menoleh dari posisinya yang kini duduk di depan cermin. Kepalanya berputar untuk melihat Daren langsung yang sedang berganti baju di belakangnya setelah beberapa menit lalu pria itu selesai mandi. “Hm. Ya.., itu maunya mereka sih. Nggak masalah kalau kamu nggak mau ketemu mereka juga, nanti aku bilang ke mereka kalau kamu sibuk. Lagi pula mereka bukan orang-orang yang harus kamu temuin juga, kan?” Selama mengatakannya Daren sama sekali tidak menatap Clair, baru setelah kalimatnya selesai pria itu menghadap Clair dengan raut wajah yang… hm, bagaimana Clair menggambarkannya? Cemas? Apa pria itu cemas kalau Clair tidak ingin bertemu dengan para sahabatnya? “Aku belum bilang nggak mau ketemu mereka juga, kan? Kenapa? Takut aku malu-maluin k

