“Lo b**o atau gimana? Otak lo udah bener-bener nggak jalan atau gimana? Hah? Jawab gue, Ren. Coba jawab gue.” Daren mengusak kepalanya dan melempar pandangannya ke arah lain, mendengus frustrasi menghadapi kedua sahabatnya yang menyerang ia seperti itu. “Lo tanya ke kita lo harus gimana? Lo nanya bener-bener karena nggak tahu apa memang bener-bener b**o?” “Stop ngatain gue b**o?! Memang kalian segitu pinternya dibanding gue sampai bisa ngatain gue berkali-kali kayak gitu?” Daren tak ingin kalah, meski sadar dirinya saat ini sedang dalam keadaan terpojok. "Seenggaknya kita jelas tahu apa yang harus kita lakuin di saat kayak gini dibanding lo tanpa perlu nanya harus gimana!" Balas Melvin tak kalah sengit, tentu saja pria itu tidak ingin kalah, karena ia jelas memiliki argumennya sendiri.

