“Kalau Clair ada di sini, bukan artinya dia memang udah baik-baik aja?” Ucap Melvin setelah keduanya hanya bersitatap dalam hening. Altair mengalihkan pandangannya dari Melvin, menjatuhkan kembali pada Clair yang berada di pangung sana. Wanita itu terlihat begitu serius dengan alat musik yang tengah dimainkannya. Keadaan di dalam bar itu tidak begitu terang memang, tapi juga tidak terlalu gelap, hingga dari jarak Altair dan Melvin berada saat ini mereka masih bisa melihat wajah dan ekspresi sosok dalam pengamatan itu cukup jelas. “Bisa jadi sebaliknya juga, kan? Justru karena dia belum merasa baik-baik aja, makanya melarikan diri sampai datengin tempat ini lagi.” “Ah…” Mulut Melvin terbuka lebar, kepalanya mengangguk-angguk seperti pajangan yang biasanya ada di depan dashboard mobil. Pa

