“M-Maaf… Gue nggak maksud—gue nggak…” Suara Daren berhenti sampai di sana. Alkohol yang sebelumnya mempengaruhi hampir 75 persen kesadarannya kini seolah hilang sepenuhnya. Meski begitu Daren masih merasakan beban berat yang menimpa kepala, masih merasakan denyut menyakitkan yang seolah berdegung di kepala. Apalagi tadi ia memaksakan dirinya untuk bangun dalam gerak cepat, hingga itu memberikan dampak sedikit-banyak pada keseimbangannya yang memang sedang kurang. Hanya, di balik semua itu, kesadaran Daren sudah sepenuhnya kembali, benar-benar kembali. Pria itu sudah bisa menangkap ketakutan Clair, sudah bisa memperkirakan apa yang mungkin dirasa dan apa yang melintas di benak wanita itu. Tentu dengan menilai keselurusan secara pasti respons negatif macam apa yang kini Clair tunjukan atas

