Rindu merasa bahagia karena bisa bertemu kembali dengan sahabatnya, tapi dia juga merasa sedih setelah mendengar pengakuan dari sahabatnya itu. Bahkan, Rindu merasa begitu sedih karena ternyata dia menolak untuk menikah dengan Rendy. Rindu masih ingat ketika dia bersikukuh untuk pergi dari rumah daddynya. Dia masih sangat ingat betapa dia begitu keras kepala ingin keluar dari rumah itu hanya untuk menikahi Reihan, tetapi ternyata pria itu adalah pria b******k. Ah, kalau saja Rindu tahu jika yang dijodohkan dengan dirinya oleh ayahnya adalah Rendy, mungkin dia akan berpikir ulang untuk menikah dengan Reihan. Namun, waktu sudah berlalu. Dia sudah terlambat untuk menyesali akan hal itu, lagi pula dulu dia begitu diputarkan oleh cintanya terhadap Reihan. "Hei! Kenapa malah diam saja?" tan

