32. fix pergi nih?

1084 Kata

Kelas terakhirku sudah siap. Tapi aku tetap merasa enggan untuk berdiri dari kursi yang sudah diduduki selama satu setengah jam terakhir. “Ya! Kok bengong aja, sih?” Dela yang menjambak ujung rambutku dengan kesal. “Bukannya lo mau pergi sama Jo?” Aku menggeleng. “Dia sakit.” “Ngaco lo!” timpal Sandra yang entah kenapa sama ngegasnya dengan Dela hari ini. “Orangnya udah nungguin lo dua jam-an lebih lo bilang sakit.” “Wah ngada-ngada lo, Ya. Kalau nggak mau pergi sama dia nggak usah doain sakit juga kali.” Dela yang laknat ikut memanas-manaskan keadaan, membuatku semakin malas saja bertemu dengan Jo. Jadi ini beneran fix pergi? Aku menghela napas. Dengan gerakan yang sengaja aku lambat-lambatin, aku mulai memasukkan buku serta alat tulisku ke dalam tas. “Berisik lo berdua!” “Cepetan,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN