Suara klakson mobil terdengar dari luar. Tidak lain tidak bukan, itu pasti Jo. Aku lantas mempercepat gerakan tangan yang sedang memasang pengait heels putih bermanik yang serasi dengan dress putih silk milikku. Mobil BMW merah mengkilap tanpa noda menyambutku saat aku membuka pagar. Di sampingnya, sudah ada Jo dengan setelan jas hitam serta kemeja putih, tampak sangat kasual sambil bersandar di pintu mobil. Melihat segala effort-nya, aku harus mengacungkan empat jempol. Dari penampilan tidak perlu diragukan lagi, dia selalu terlihat keren. Dari mobil tidak tanggung-tanggung, aku jamin kami langsung jadi pusat perhatian dengan mobil semencolok itu dan dari wanginya, astaga. Bahkan aku yang berjarak satu meter saja bisa mencium parfum beraroma maskulin yang entah merk apa itu. “Jo.” Tep

