Hati memang begitu rapuh. Kau pun tak mungkin bisa benar-benar menjaga hatimu dari kehancuran. Tak peduli seberapa was-was sikapmu. Pada akhirnya, tak ada seorang pun yang bisa lari dari kemalangan. Sama dengan keberuntungan, beberapa hal tak bisa kau kendalikan, tak bisa juga kau duga kedatangannya, dan semua terjadi begitu saja. Kau pun tak bisa dengan mudah membebaskan dirimu dari semua hal itu. Pada akhirnya, kau dipaksa untuk menerima. Tian menatap Cantika sendu. Wanita itu terus terisak di sisinya, membuat hati Tian hancur bukan main. Ia tak bermaksud untuk memperkosa wanita itu dan tak seharusnya Tian melakukan hal yang tercela seperti itu. Apa yang dipikirkannya? Tian menutupi tubuh Cantika dengan selimut dengan tangannya yang bergetar. Pria itu seakan ditarik paksa dari kegelapan

