Kali Kedua

2214 Kata

Mentari pagi menyelinap masuk melalu celah gorden. Mengusik tidur dua orang yang tengah asyik berpelukan. Sudah lama sekali keduanya tak merasakan tidur nyenyak dan kini mereka bisa tidur pulas. Bukannya membuka mata, keduanya semakin mengeratkan pelukan, menolak untuk bangun dari tidur dan memulai hari. Keduanya masih betah berteman dengan tempat tidur. Cantika bahkan semakin menengelamkan wajahnya pada d**a bidang Tian. Melodi jantung pria itu memabukkannya, bagai alunan musik yang bisa membuatnya merasa tenang. “Mau kumasakkan sesuatu untuk sarapan kita?” Tanya Tian begitu merasa bila Cantika sudah terbangun, sedang Cantika menggeleng, membuat Tian tergelak perlahan, “Kamu nggak kelaperan, Sayang?” Lagi-lagi, wanita itu menggeleng untuk merespon pertanyaannya itu. “Aku masih ingin ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN