Semua yang Perlahan Membaik

1323 Kata

Setelah mengabiskan waktu bersama selama setengah hari di taman bermain. Keduanya bergandengan tangan dan berjalan menelusuri bibir pantai. Tangan mereka saling bergenggaman erat dan pembicaraan santai menemani kegiatan mereka hari itu. Jantung keduanya berdebar tak menentu, sedang hati mereka diliputi oleh kehangatan yang membuat mereka merasa begitu lengkap. "Mau duduk sebentar di bibir pantai?" Pertanyaan Tian membuat Cantika mengangguk setuju. Tian menatap sekeliling dan mencari tempat yang agak sepi untuk mereka duduk dan menikmati pemandangan. Tian menarik tangan Cantika dan berjalan menuju tempat yang dirasa Tian lebih sepi. Pria itu melepaskan sepatu yang dikenakannya , "Duduk di sepatu biar pakaianmu nggak kotor, Sayang," Pria itu mempersilahkan Cantika untuk duduk, sedang wanit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN