Mencintai terlalu lama, membuatmu paham bila memang pekerjaan itu melelahkan. Kau merelakan segalanya hanya demi cinta yang kau tahu benar tak bisa mendapatkan akhir yang bahagia. Kau lelah, kau menangis, dan pada akhirnya kau ingin pergi menjauh. Kau membiarkan angina menyejukkan wajahmu, kau kembali menatap mentari, dan kau berusaha menikmati semua hal yang kau abaikan karena cinta yang menyakitkan. Kini kau paham, terkadang cinta memang harus dilematkan karena ada hati yang perlu diselamatkan. Hatimu sendiri. Kedua orang tua Cantika mengarahkan pandangan mereka pada Cantika. Sedang wanita itu tersenyum polos dan menggenggam tangan ibunya untuk duduk di sofa yang berada di dekat meja tempat di mana semua makanan dihidangkan. Alice menatap Cantika penuh tanya, akan tetapi mengikuti permi

