Accident

1664 Kata
Kyuhyun masuk ke dalam rumahnya, seperti biasa tidak menemukan siapa-siapa di ruangan luas ruang tamu. Tidak berapa lama ketika ia menginjakkan kaki ke anak tangga pertama, seorang lelaki paruh baya turun, lelaki yang merupakan ayahnya itu hanya menepuk pundak Kyuhyun kemudian berlalu tanpa sepatah kata yang lain, Kyuhyun mendecih. Sesampainya di atas kakinya berhenti di depan sebuah pintu kamar, tangannya tertulur hendak meraih gagang pintu namun tidak jadi. Kyuhyun memutuskan berlalu, menuju pintu satunya di ujung ruangan lantai 2 rumah ini. Dari jendela kamar Kyuhyun dapat melihat ayahnya memasuki mobil yang di dalamnya tidak hanya terdapat supir tetapi juga wanita muda yang sedaritadi duduk di kursi belakang, Kyuhyun melihatnya saat melewati mobil itu ketika memasuki halaman rumah. Kyuhyun tahu, ayahnya berselingkuh, sudah 3 tahun dengan perempuan yang berbeda-beda, yang tentunya lebih muda dari usia ibunya. Namun Kyuhyun bahkan tidak bertindak apapun untuk melabrak perselingkuhan terang-terangan itu, rasa hormat pada ayahnya sudah tidak ada. Kyuhyun tidak tahu apakah ibunya menyadari sang suami berselingkuh, tapi satu yang Kyuhyun yakini, hubungan orang tuanya sudah tidak harmonis lagi. *** Yesung membuka social medianya, berniat mencari lowongan kerja sambilan atau barangkali ada yang membutuhkan jasa les private, tetapi hampir setengah jam ia tenggelam di dunia gawai tak juga menemukan apa yang ia ingin, Yesung akan menyerah sebelum akhirnya menemukan iklan bimbingan belajar yang membutuhkan guru les Bahasa Inggris, Yesung memutuskan mendaftar untuk jadi pengajar di sana, hitung-hitung menambah kegiatan dan uang penghasilan. Setelah mengisi formulir pendaftaran Yesung meletakkan ponsel ke atas meja, memutuskan memasak makan malam yang padahal cuma memanaskan bento yang ia beli di minimarket dekat gedung apartemen. Ponselnya berbunyi, Yesung piker itu balasan dari bimbingan belajar tapi ternyata bukan, ada satu pesan dari akun bernama gaemgyugyu. Seonsaeng, I miss u. Yesung tidak tahu apa yang membuat anak muridnya itu mengganggunya terus menerus, entah karena tertarik atau hanya niat ingin mengganggu Yesung tidak peduli dan mengabaikan pesan dari Kyuhyun. Setelah menghidupkan televise dan meletakkan makan malamnya ke atas meja, Yesung menonton dengan damai sampai satu pesan masuk lagi ke ponselnya. ._.gaemgyugyu._. Yeseonsaeng, kau mengabaikanku? Kau mau aku blok atau bagaimana? Tidak, tidak, bukan itu maksudku. Seonsaeng sudah makan? Mau makan malam? Sudah, aku sedang makan. Jadi jangan ganggu aku. Hmm tidak asik, ayo makan di luar. Lain kali ya, Cho Kyuhyun-ssi. Kapan? Besok? Besok malam bagaimana? Saat kau mengirim pesan memakai akun aslimu. Tidak ada balasan setelah itu, Yesung tertawa kecil, sepertinya ada yang disembunyikan Kyuhyun hingga tidak mau memfollow menggunakan akun asli dan sejak lama bersembunyi di balik akun fake. Yesung memutuskan mematikan data seluler dan bersiap tidur setelah menggosok gigi. Besok hari selasa dimana ia memiliki jadwal mengajar. *** Besoknya, Kyuhyun datang lebih awal ke sekolah, bukan langsung menuju kelas melainkan ke kantor guru dan memasuki ruangan dengan papan nama Kim Yesung setelah membuka kunci. Tidak lama berselang saat Kyuhyun duduk di sofa, pintu ruangan terbuka dan seseorang yang masuk itu nampak akan marah. Yesung menghela napas. "Bagaimana kau bias masuk?" Ujarnya sambal meletakkan tas ke atas meja. "Ya lewat pintu." Kyuhyun masih duduk di sofa sambil memainkan ponsel. "Aku tahu, maksudku, bukannya itu dikunci?" Yesung duduk ke kursinya. "Tidak tuh." Kyuhyun menatap Yesung yang juga menatapnya. "Setelah pulang mau jalan?" Kyuhyun menghampiri Yesung, menunjukkan layar ponselnya menyuruh Yesung menatap foto, pantai. "Kau bisa ajak teman-temanmu, kenapa harus aku?" Kyuhyun mendelik. "Entahlah." Ia kembali duduk ke sofa. Yesung sungguh tidak mengerti jalan pikir bocah itu. Mungkin ingin mempermainkannya atau memiliki maksud lain. "Bagaimana?" Yesung menggeleng. "Tidak bisa." Kyuhyun mendengus. "Ayolahh, aku ingin jalan bersama rivalku." "Baiklah, aku mau." Yesung menggantungkan kalimatnya. "Dengan syarat, upload foto kita ke akun aslimu." Kyuhyun mengangkat satu aslinya. "Seonsaeng yakin?" Yesung mengangguk mantap. "Nanti banyak fansku yang menyerangmu lho." Layar ponsel Yesung menyala, menampakkan satu akun baru meminta mengikuti, dengan username yang lebih bagus daripada akun fake Kyuhyun. "Kau...??" Kaget Yesung, melihat akun i********: itu memiliki 1,5M follower dan 0 following, di bio akun itu terdapat sebuah link menuju youtube, ternyata Kyuhyun youtuber dan Yesung baru tahu itu, pantas saja Kyuhyun tidak mengikuti dengan akun asli, jika itu terjadi semua orang pasti mengira satu-satunya manusia yang Kyuhyun follow ada hubungannya dengan lelaki itu. "Terima." Kyuhyun merampas ponsel Yesung dan menekan kata accept, sekarang i********: Kyuhyun yang awalnya tidak memiliki following bertambah 1, dan akan menjadi satu-satunya. "Aku sudah menuruti permintaanmu seonsaengnim, ku harap kau menepati janjimu sepulang sekolah ini." Kyuhyun tersenyum manis sebelum menutup pintu ruangan Yesung. Sementara lelaki itu masih tidak habis pikir, ia memutuskan membuka link youtube dan menemukan konten Kyuhyun tentang motovlog dan solo camping. Subscribernyapun menembus angka 1 juta, Yesung menscroll hingga video pertama Kyuhyun, 5 tahun lalu saat lomba menyanyi. Lelaki itu rutin mengupload video lomba menyanyi hingga akhirnya 2 tahun kemudian berubah menjadi channel otomotif. "Random sekali." *** Jam yang ditunggu-tunggu Kyuhyun akhirnya tiba, ia bergegas membereskan buku-bukunya dan berlari kecil menuju lift untuk mencapai lantai 1, Kyuhyun akan ke ruang guru namun Leeteuk si kepala sekolah menghentikannya. "Ada yang bisa saya bantu, Kyuhyun-ssi?" Kyuhyun berdecak, ia tidak ingin bertemu siapapun kecuali gurunya itu. "Yesung seonsaeng, ada yang ingin ku tanyakan padanya." Leeteuk nampak menyesal. "Dia sudah pulang setelah selesai mengajar tadi siang." Entah setelah itu Leeteuk bicara apa Kyuhyun seakan tuli, hentakan sepatu pada lantai dari anak-anak yang melaluinyapun bagai slowmo, sorot matanya nampak kecewa. Kyuhyun mengambil ponselnya. Kau bohong. Setelah mengirimkan itu Kyuhyun keluar gedung sekolah menuju parkiran, memakai helm dan memacu motor sportnya meninggalkan area sekolah. Untuk alasan yang tidak jelas Kyuhyun kecewa, mungkin karena ia sudah terlalu berharap Yesung sungguh mau pergi bersamanya. Hei, apakah dirinya menyukai sosok yang dulu merupakan lawannya itu? Kyuhyunpun tidak paham, hanya saja ia merasa bisa menjadi dirinya sendiri saat di dekat Yesung, rasa yang belum pernah ia temui ketika bersama orang lain. *** Yesung keluar tempat servis hape, setelah mengajar tiba-tiba ponselnya mati dan segera ia izin pulang untuk memperbaiki benda tersebut mengingat banyaknya file-file penting yang belum diback up. Tidak jauh dari tempat itu ada kerumunan di tengah jalan, Yesung memutuskan menghampiri dan melihat motor sport hitam tergeletak dengan bagian depan menabrak belakang mobil, sepertinya tabrakan yang cukup keras. "Sepertinya dia lupa rem." Bisik orang di sana kepada yang lainnya. Itu lampu merah, dan mungkin saja rem pengemudi motor itu blong dan karena kecepatan yang gila si pengemudi tidak sempat memelankan laju kendaraannya dan akhirnya menabrak mobil yang telah berhenti. "Bagaimana korbannya?" Yesung bertanya kepada orang di sebelahnya. "Pengemudi mobil selamat, tapi yang naik motor berdarah." Tunjuk wanita itu pada lelaki yang sekarang duduk menyandar tiang di pinggir jalan. "Sudah telpon ambulan?" Tanya Yesung lagi. "Si penabrak melarangnya, dia bilang akan ganti rugi." Yesung mendekat ke pengemudi motor itu, masih memakai helm padalah darah menetes dari kepala. "Kyuhyun..." Panggil Yesung ragu, lelaki yang terduduk lemas itu mendongak, ia melepaskan helmnya dan benar saja, saking hebatnya terpental pelipis Kyuhyun sampai berdarah terkena serpihan kaca mobil, mungkin lelaki itu tidak menutup kaca helm, bahkan seragam Kyuhyun robek dan kulitnya ikut berdarah dan memar. "Dia muridku, aku akan mengurusnya." Teriak Yesung pada orang-orang, tidak lama polisi datang dan kerumunan bubar. Kyuhyun, Yesung, bersama korban kecelakaan berada di kantor polisi, Kyuhyun mengatakan akan membayar semua kerugian namun polisi belum melepaskan Kyuhyun mengingat lelaki itu masih di bawah umur saat mengemudikan kendaraan. Polisi bersikeras ingin menghubungi orang tua Kyuhyun dan Kyuhyun semakin gusar. "Saya gurunya." Ucap Yesung. "Saya akan memberitahu orang tua murid saya tentang kejadian ini." Setelah perdebatan panjang dan proses bayar kerugian yang lama akhirnya Kyuhyun dibolehkan pulang. "Lukamu bahkan belum diobati." Mereka berdua jalan kaki yang Kyuhyun tak tahu mau kemana dengan keadaan yang seperti ini, pulang pastilah akan bertemu ayahnya, mengingat hari sudah hampir malam. Dan sialnya ia benci berurusan dengan ayahnya itu. "Rumahku tak jauh dari sini." Mereka berhenti di depan minimarket. "Tunggu saja, aku beli perban dulu." Kyuhyun duduk di kursi depan minimarket itu. Pikirannya kosong saat mengendarai motor siang itu, bahkan tidak sadar sudah gas full hingga menabrak mobil yang berhenti di lampu merah, untungnya ia hanya luka ringan dan si korban tidak mengalami luka apapun, hanya saja bagian belakang mobil rusak dan motornya tidak bisa dijalankan hingga harus diurus pihak asuransi. "Ayo." Kyuhyun berjalan mengekor di belakang Yesung, rasanya ia masih marah karena Yesung mengingkari janji, harusnya sekarang mereka sudah menikmati sunset di pantai bukannya ia kecelakaan. Sesampainya di apartemen Yesung, Kyuhyun duduk di sofa ruang tengah yang juga merangkap ruang tamu itu. Ukuran luas keseluruhan tempat ini bahkan masih besar kamarnya. Yesung duduk di samping Kyuhyun, mulai mengobati luka-luka di wajah tampan itu. "Kenapa kau pulang duluan?" Kyuhyun buka suara merasa muak dengan keheningan ini. "Ponselku tiba-tiba mati total, jadi aku ke servis." Jelas Yesung sambil menutup luka Kyuhyun dengan perban. Kyuhyun tidak menjawab. "Kau bisa ganti baju, sepertinya punyaku masih muat di badanmu." Yesung meletakkan baju dan celana ke atas meja. Kyuhyun mengambilnya dan berjalan ke kamar mandi. Yesung merasa keheranan, tiba-tiba anak itu jadi pendiam. Yesung memutuskan memanaskan makan malam untuk mereka, selagi menunggu microwave berbunyi, Yesung mengecek ponselnya yang sudah normal kembali. Harusnya ia buru-buru menyalin semua data penting sebelum ponsel tuanya rusak dan tidak dapat diperbaiki. Hingga akhirnya Yesung merasa ingin membuka akunnya, benar saja, satu pesan masuk. Kau bohong. Even though, you are the only person I think I can be real with. Also, I trust you, I don't know why, I feel I can trust and rely on you. Itu pesan yang Kyuhyun kirimkan, membaca itu membuat Yesung merasa bersalah, seperti Kyuhyun sangat percaya kepadanya dan dapat mengandalkan ia entah untuk hal apa. Pintu kamar mandi terbuka, Yesung melihat Kyuhyun yang sudah berganti pakaiannya. "Makanlah dulu, nanti aku carikan taksi untukmu pulang." Yesung memasukkan ponsel ke saku celana saat microwave berbunyi menandakan makanan selesai dihangatkan. "Bolehkah, aku menginap?" Kyuhyun sudah duduk di sofa. "Aku tidak tahu harus menjelaskan apa pada abeoji, setidaknya sampai motorku normal kembali." Yesung meletakkan bento ke depan Kyuhyun. "Baiklah, hanya sampai motormu selesai diperbaiki." Tekan Yesung, mengingat pesan itu membuat ia merasa bersalah, mungkin jika ia menunggu sampai pulang sekolah Kyuhyun tidak akan sekecewa itu hingga kecelakaan. To Be Continue
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN