Sudah hampir menjelang waktu malam dan jam menunjukkan pukul 7 tepat, Javas sama sekali tidak menemukan dimana Arif dan belum pulang yang katanya ke supermarket membeli makanan. Inez yang menonton TV melihat Javas menggerutu dengan mondar-mandir seperti setrika menghaluskan pakaian kusut pun pusing. Javas terlalu banyak pikiran, bahkan tadi saat makan malam pemuda itu menolak karena alasan tidak lapar. Namun Inez tak membiarkan Javas lupa makan malam, sehingga mau tak mau Javas akhirnya makan dengan porsi sedikit daripada kelaparan lalu sakit. "Javas, memangnya kamu gak pusing daritadi berdiri terus dan mondar-mandir?" tanya Inez. Javas menghentikan aktifitas anehnya itu, kepalanya memang pusing memikirkan Arif yang tak pulang-pulang seperti lagu bang jali saja. Namun kekhawatirannya

