AJAKAN LUKAS! "Davina kau kenapa, Davina? Mengapa kau menangis seperti ini?" tanya Lukas, mengelus punggung Davina. Davina pun menangis hebat. "Huhu!!! Tuan Lukas," keluh Davina. Sambil menangis di pelukan Lukas. "Davina menghentikan ini, di cafe. Kau kenapa sebenarnya?" tanya Lukas. "Ayo kita pergi dulu," kata Lukas merangkul Davina. Dia baru bisa melihat jelas wajah Davina di bawah pipinya, merah lebam tanda dia baru mendapatkan kekerasan. Sedangkan wajahnya bengkak memerah tanda bahwa dia terlalu banyak mengeluarkan air matanya dan menangis. Davina pun menggandeng ke arah dengan Lukas, dia pergi ke suatu rumah tapi bukan apartemen Lukas. "Di mana kita? Ini bukan apartemen-mu kan, Tuan Lukaa?" tanya Davina melangkahkan kaki nya. "Ini adalah rumah yang akan kita tempati setelah m

