Callista terhenyak. Tidak disangkanya sama sekali Lilian yang selalu terlihat tenang ternyata berani menjawabnya seperti itu. Rasa-rasanya Callista ingin meraup wajah Lilian yang menurutnya sok cantik. Padahal dalam hatinya hanya iri saja, sebab Lilian tidak perlu merias wajah repot-repot tapi sudah terlihat cantik natural. Bahkan seperti gadis remaja. Terlihat jauh lebih muda, padahal mereka seumuran. Callista melotot seperti siap menerkam Lilian. Tapi dia tahan-tahan sebab tidak ingin terlihat seperti gadis galak di depan Axel. Pikirnya, dia harus bisa mengambil hati Axel dan akan bersikap lemah lembut di hadapannya. “Biar nanti aku yang bantu Axel kembali ke bed.” Callista langsung mengambil posisi berdiri di depan pintu kamar mandi, di samping Lilian. “Ya sudah.” Lilian tidak mau be

