BAB 201. Malam Yang Panas

1051 Kata

Baru saja Edwyn mau melangkah menghampiri Inggrid, atau bahkan langsung menerkamnya. Terdengar suara ketukan di pintu. Inggrid terkekeh kecil melihat raut wajah Edwyn yang sontak berubah cemberut. “Sana buka dulu pintunya! Kamu pesan makanan, kan?” “Huft! Iya.”Edwyn menghela napas dalam lalu berjalan membukakan pintu kamar. Seorang pelayan membawa semua pesanan makanan dan minuman. Lalu diletakkan di meja depan sofa. Pelayan mengucapkan terima kasih pada Edwyn dan sempat menoleh sebentar pada Inggrid, lalu langsung memalingkan wajah kembali. Dengan gestur tubuh sopan, dia keluar kamar. Edwyn segera menutup pintu rapat-rapat. Edwyn membalik badan, mengusap wajah sekali saat fokusnya telah kembali pada Inggrid. Dengan tidak sabar, Edwyn berjalan cepat mendekati Inggrid. Tangannya sudah t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN