Zeline masih duduk dengan lemas. Ia tidak menyangka jika kedua polisi tersebut mengatakan hal yang benar tentang kematian ayahnya Kinara. Tapi kedatangan mobil ambulan yang terpakir di depan halaman rumah telah menjawab segalanya. Bahkan kurang dari 20 menit kemudian, para tetangga mulai berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa. Mereka menggunakan pakaian hitam seakan sedang menunjukkan duka dan simpati, tapi tidak dengan Zeline yang masih tetap menggunakan pakaian rumahan sejak pertama kali para tetangga datang untuk bersalaman dengan mereka. “Kinara..” Ibunya Kinara menyentuh tangan Zeline dengan lembut. Zeline menolehkan kepala, menatap wanita itu dengan mata berkaca-kaca. Penampilan ibunya Kinara jauh lebih baik dari Zeline, tadi wanita itu langsung mengganti pakaiannya dengan

