Rasanya sungguh sulit dipercaya jika saat ini Zeline bernar-benar berhadapan dengan Argoilera. Dan yang paling sulit dipercaya adalah jawaban dari wanita tersebut mengenai permintaannya. Rasa ragu Zeline menghilang begitu saja ketika ia melihat wanita itu. Keinginannya untuk tetap tinggal sebagai putri dari ibunya Kinara memang masih ada, tapi Zeline juga ingin kembali pada kehidupannya yang lama. Bersama dengan Dareen, menjadi dirinya sendiri.. “Apa yang anda bicarakan, nyonya?” Dareen yang pertama kali sadar dari rasa terkejut dan menyampaikan pertanyaannya. Zeline masih berdiri dengan kaku, menatap Argoilera yang tampak sangat tenang seakan permintaannya bukanlah sesuatu yang serius. Sungguh, Zeline tidak bisa membayangkan bagaimana dirinya jika terus terjebak di dalam kehidupan

