Pekerjaan di dapur sederhana dan membosankan, tidak membutuhkan kemampuan teknis, keesokan harinya aku mulai mengaduk, hanya saja aku mengaduk menggunakan sekop, dalam penggorengan selebar dua meter, tidak terlalu peduli apakah matang atau tidak, hanya tumisan sayuran, yang penting bisa dimakan. Selain saat memasak, sisa waktunya sangat senggang, bisa santai berkeliaran di sekitar pabrik. Seperti Kak Ismail dan Kak Safitri, saat memiliki waktu luang mereka segera kembali ke asrama untuk bermain kartu, sedangkan aku suka bersepeda, jalan-jalan ke distrik merah. Aku meminjam sepeda pada satpam, aku pergi ke distrik merah bukan untuk bermain wanita, tapi untuk mencari orang. Aku mencari Atai. Aku juga tidak tahu kenapa aku mencarinya, padahal dia sudah jelas mengatakan bahwa kej

