Hari Senin,
Sudah bisa di pastikan ini adalah hari yang membuat Bulan kehilangan mood nya.
Gimana nggak, dia harus ikut panas-panasan di lapangan.
Selama hampir 2 tahun ia bersekolah dan menjadi siswi di SMA PRATIWI, bisa terhitung hanya tiga atau empat kali dirinya mengikuti upacara.
Bisa di katakan ia adalah murid pemalas. Dan suka bertindak sesuai keinginan hatinya aja.
Dan apalah arti peraturan sekolah bagi nya.
semua ia langgar, dan hobinya yaitu bolak balik ruang BK.
Ia lebih memilih mengasingkan dirinya di kantin sekolah. Atau di halaman belakang sekolah. Menurut nya dua tempat itu adalah favorit nya.
Di bandingkan dengan kelas yang membosankan. Apalagi dia belum pernah sekalipun pun menjajakan kakinya di area perpustakaan. Dia tuh paling anti.
Gaya berpakaian yang sedikit nyeleneh, dengan rok di atas lutut, dan rambut yang sering bergonta ganti warna. Tampilan nya seperti gadis urakan..
Mobil sport miliknya sudah terparkir manis di area parkiran sekolah.
di lihat sudah banyak berjejer kendaraan memenuhi parkiran khusus murid.
Drtt drtt
Ponsel nya di dalam tas bergetar, lalu ia mengambilnya. Mendial panggilan menempelkan nya di telinga.
"Halo.." suara seseorang di sana.
"Apa wey." Jawab Bulan
"Lho dimana? Kita bentar lagi nyampe nih." Ucap si penelpon.
"Gue udah ada di parkiran Oneng..buruan"
"Tumben lho, kesambet apaan neng Bulan?" Timpal suara laki laki di ujung sana.
"Anjirrr.najiss.. gue," umpat Bulan.
"Hahhahaha..gitu aja marah neng."
"Udah..udah..buruan lho pada..gue tunggu di parkiran." Lalu panggilan itupun berakhir.
Bulan menaruh ponsel nya kembali di dalam tas ransel miliknya.
Menyandarkan punggung di bangku kemudi. Menyalakan musik dari dalam mobil nya.
Sekitaran lima belas menit, dua mobil memasuki area parkir. Memarkirkan mobil tepat di samping mobil sport bulan.
Mereka berlima keluar berhamburan dari dalam mobil, dua laki laki dan tiga perempuan.
Tok Tok Tok
Terdengar suara ketukan pintu mobil dari luar. Membuat Bulan berlonjak, mematikan musik yang sedari tadi menemani nya.
Membuka kaca. Menatap ke arah mereka berlima.
"Lama bener bukain nya, lho ngapain? Pagi pagi udah gebo. Emang di rumah kurang ngebo nya, hn?
"Kagak. Gue lagi asyik dengerin musik, otak gue sumpek."
*Aelah..lho persis emak emak yang nggak di kasih duit belanja sama laki nya.hahahahh"
"Sialan lho"
"Buruan keluar, jangan di dalem aja. Betah amat lho. Lagi ngeremin telor gajah atau telor dinasaurus?
Bulan meraih tasnya. Membuka pintu mobil, lalu turun. Menutup pintu itu kembali. Menaruh kunci mobilnya di dalam tas.
ke enam nya langsung berhambur, memeluk ala geng mereka tanpa risih. Meskipun banyak pasang mata mengintimidasi mereka.
"Gue kangen." Ucap Sinta.
"Sama..gue juga." Jawab Bulan. Tapi dengan ekspresi tak bersemangat.
Raka menoel lengan Angga. Seolah memberi kode. Namun Angga tak menjawab. Hanay mengherdikan bahu nya.
"Bestie, lho kenapa? Kok murung sih? Kini giliran tari yang bertanya.
"Lha, lho kagak tau aja. Ini tuh hari Senin geng's." tutur Melani.
Mereka berempat serempak tepok jidat. Dengan mulut dengan kompak membentuk huruf 'Ooo'
Lalu mereka berenam saling toyor toyoran..
Beberapa menit lagi upaacara akan segera di mulai,
Mereka berenam kompak menuju halaman belakang sekolah yang menjadi tempat bascamp dimana mereka pada kumpul. di satu ruangan yang mereka sulap menjadi tempat untuk bersantai dan bersenda gurau.
Emang yah, mereka ini para murid teladan. Hahahaha..
Setelah mereka menaruh tas di dalam kelas terlebih dahulu. Lalu dengan santai mereka menuju bascamp andalan.melangkah bersamaan.
beberapa menit berlalu, enam murid yang mereka namai 'absurd&the geng's'. tiba di sebuah bascamp.
ruangan yang cukup nyaman dan ber AC., ada dua gitar, ada sebuah teve LED berukuran kecil.dan sebuah dispenser.sebuah kasur matras yang menghiasi lantai.
di tambah dengan karpet yang menutup lantai. Ada juga toilet di dalam nya.
mereka mendaratkan b****g masing-masing di atas karpet. sebelumnya mereka sudah melepas sepatu. Menyelomdorkan kaki.
'Bulan duduk bersandar di tembok. di barengi oleh ke tiga sahabat wanita nya. Sedang Raka dan Angga berada di unung sebelah kiri tak jauh dari mereka.
Ia merogoh ponsel di saku kemeja seragam nya.
Berselancar di aplikasi IGE miliknya. Yang tampak fokus.
Ketiga sahabat wanita nya, Tari Sinta dan Melani melakukan hal yang sama. Asyik dengan ponsel masing-masing.
"Eh, liat gih sini" suruh Tari. Suaranya cukup mengagetkan semua sahabat.
"Anjiir..bikin orang jantungan aja." Sinta menjauhkan diri dari Tari. Mengusap telinganya. "Bisa budeg gue nyet." Umpatnya
Tari lalu mentoyor kening Sinta. "Awww.." jerit Sinta. "Kebangetan ya lho."
"Ya abisnya lho,bisa kan ngomong tuh pelan. Nggak usah ngegas" bela Tari.
"Iya..iya.." mulut Sinta mengerucut. Sahabatnya yang lain terkekeh oleh tingkahnya.
Sinta menyodorkan ponselnya ke lima orang yang bergelar sahabat.
Ia sendiri menatap tak percaya. "Ini Bintang kan, adik kelas kita?" Raka dan Angga mngangkat bahu.
Tanda mereka berdua kurang tau.
"