Surat Panggilan

2953 Kata

"s****n mereka," makinya. Ia tentu saja kesal karena mendengar kalau hukuman anaknya akan segera diperberat. Semua media massa seolah kompak sekali menyudutkan anaknya. Hingga saat ini, ia masih baik-baik saja. Tidak ada ancaman atau apapun. Sepertinya, pihak Abdi Negoro juga tidak tertarik untuk melibatkannya. Namun mereka masih mengawasi pergerakannya. Bagaimanapun semua celah akan dicari. Lagi pula, ini adalah hal yang sangat mudah. Ia datang ke rumah besannya. Tapi pintunya ditutup. Lampunya bahkan sengaja dimatikan. Ia tahu kalau ada orang di dalam sana. Namun tak berani menampakan batang hidungnya. "Kalian lihat saja. Akan ku balas perlakuan kalian terhadap putraku. Apapun alasannya," ucapnya sembari meninggalkan rumah itu. Di dalam sana, ibu Shinta sudah bermata bengkak. Tentu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN