Tawaran Barter

2998 Kata

"Aneh," gumamnya. Entah berapa kali Zakiya menggumam seperti itu. Ia sampai mengernyitkan keningnya. Heran saja karena lelaki itu terus menatapnya dari kaca dengan senyuman. Suasana di luar kereta tentu saja sangat gelap karena ini adalah kereta bawah tanah dan bukan commuterline Indonesia. Dan itu tak menghalau lelaki itu untuk terus menatap meski sesekali dengan senyuman tipis atau menundukkan kepala. Tiba di Stasiun Jukjeon atau Stasiun Universitas Dankook, Zakiya segera turun. Ia tidak terlalu terburu-buru sebetulnya. Masih bisa berjalan santai menuju fakultasnya. Meski ia mulai merasa aneh lagi ketika berjalan dari stasiun menuju kampus. Ia merasa seperti ada yang mengikutinya. Awalnya, Zakiya agak menahan diri untuk tak menoleh. Tapi karena merasa agak terganggu, ia akhirnya membal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN