Delapan Bulan Berlalu

1090 Kata

"Siapa dia? Mungkinkah suami Rina?" Batin Nenek Fatma. "Ada tamu di depan pintu, bukannya disuruh masuk! Ayo masuk Nak!" Nenek Fatma menyadarkan semua orang di sana. Semua masuk terkecuali Rina yang masih berdiri di depan pintu. "Sayang.." Nenek Fatma memanggil Rina. Rina tersadar. "Al, kenapa kamu bisa ada di sini?" Batin Rina, pikirannya masih kacau. "Sayang ambilkan air minum ke dapur!" Seru Nenek Fatma. Rina mengangguk. Diana bergegas pergi ke kamar untuk memberitahu suaminya. Sekarang yang berada di ruang tamu tersisa Nenek Fatma dan Alvian. "Maaf kalau Nenek boleh tahu kamu ini siapa?" Nenek Fatma penasaran. "Saya Alvian Nek. Suami Rina, saya kesini untuk menjemputnya." Jelas Al. Nenek Fatma tersenyum. Ia melihat dari sorot mata cucunya tadi, bahwa Rina juga masih mencint

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN