"Kamu sudah bangun, Nak?" seru Arum ketika Nur membuka matanya. "Ibu, sejak kapan ibu di sini?" Nur bertanya dengan tangan yang sibuk mengusap ujung hidungnya karena merasa mencium aroma kayu putih. "Baru saja, kita pergi ke dokter ya, ibu takut kamu kenapa-kenapa." "Gak usah, Bu! palingan aku kecapean aja, istirahat di rumah juga cukup." "Kapan terakhir kamu menstruasi?" Pertanyaan ibunya membuat Nur bingung, ia segera bangkit dan melorotkan celana panjangnya, ia memperlihatkan pembalut yang dipakainya, kebetulan di kamar itu hanya mereka berdua. "Jangan terlalu di pikirin, palingan aku kurang tidur, kurang makan terus kurang kasih sayang kayaknya deh!" cicit Nur yang di akhiri dengan sebuah tawa, hanya cara itu agar ibunya tidak terlalu khawatir. Pintu dibuka, Bara berdiri membawa

