dompet hilang

570 Kata
        matahari pun terbit , masyarakat kota eropa pun berkeliaran dari rumah mereka  .begitu pun sahabat dewi untuk siap - siap pergi untuk bekerja. mereka pun sedang sarapan di meja makan dan juga  dewi , "tolong jaga rumah yah dewi, gue mau berangkat dulu nih. takut diomelin sama pak boss", jawab :dinda  "iya , gue jagain tenang aja" jawab dewi . "okee , bye wi" jawab dinda sambil mengambil tas dan keluar rumah . " oh iya gue pengen beli keperluan nih di supermarket nih putri , supermarketnya dimana yah?". tanya dewi . "nanti lo lurus ,abis itu belok kanan disitu udah keliatan supermarketnya, yaudah gue juga berangkat yah . sampai jumpa wi  " jawab putri sambil mengambil tasnya yang berada di sofa. "oke deh , hati -hati" jawab putri      sahabat dewi pun sudah pergi bekerja , hanya dewi saja dirumah . dewi pun merapihkan bekas sarapan dan langsung mencuci piring . setelah itu dewi pun bersiap- siap untuk pergi ke supermarket . dan kemudian dewi pun mengunci rumah dan langsung pergi ke super market . setelah sampai , dewi pun langsung mengambil barang yang dewi perlukan . setelah selesai dewi pun membayar belanjaannya ke kasir .          dewi pun keluar dan melihat bangunan - bangunan khas eropa dan pergi ke cafe , setelah sampai , dewi pun masuk dan langsung ke kasir untuk memesan kopi . " permisi, saya mau pesan latte " jawab dewi . "baik , harganya 2,61 euro" jawab barista . dewi pun mengeluarkan dompet ditasnya , dewi pun mencari cari dompet nya tidak ada di dalam tas . dewi menengok ke belakang dan melihat pria berkacamata siapa lagi kalau bukan cavero edgar dareen pemilik perusahaan dareen corp .  ****         "bapak yang nyuri yah dompet saya " jawab dewi marah sambil nunjuk pria yang ada di depannya . "enak aja saya dibilang bapak, saya juga tidak mencuri dompet anda yah" jawab cavero sambil menatap tajam . "bapak gausah bohong deh, tadi saya abis kesupermarket masih ada dompet saya. masa pas sampai sini dompet saya tidak ada" jawab dewi          "mana saya tahu , pokoknya saya itu tidak nyuri yah." jawab cavero sambil melihat jam tangan nya dan cavero ada jadwal meeting pagi . "udah telat lagi nih meeting hari ini" jawab cavero didalam hati dan cavero pun melihat sekeliling cafe , semua orang pada melihat perseteruannya .          semua orang pun berbisik membicarakan cavero sang CEO tampan nan kejam, berbakat ,  pembisnis muda . siapa yang tidak tahu Cavero orang terkaya nomer 1 ,  pemilik perusahaan Dareen Corp dan memiliki cabang di beberapa tempat . dan tidak mungkin percaya seorang cavero mencuri uang .          tak sengaja , cavero melihat tidak jauh dompet berwarna biru , dewi pun bingung melihat cavero pergi begitu saja, dan cavero pun langsung mengambil dan memberikan kepada perempuan yang menuduhnya . dewi pun kaget dompet itu jatuh berada tidak jauh darinya  " ini dompet kamu kan?" tanya cavero . "iya , ini punya saya pak" jawab dewi , dewi pun langsung mengabil dompet yang berada di tangan cavero .. " waduh mampus gue nih , nuduh orang sembarangan . gimana dong?. langsung kabur aja lah" jawab dewi didalam hati . dewi pun langsung membayar dan mengambil kopinya . dewi pun lari secepat - cepatnya agar tidak terkejar dari pria itu  "hei , main kabur aja . sudah nuduh saya  maling juga". jawab cavero . cavero pun langsung memesan dan langsung pergi ke kantor untuk meeting . 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN