"Dia benar-benar seksi. Bagaimana aku bisa menahan diri lebih lama tidak bercinta?" Alena terkekeh dengan cukup kencang. Ya, diakibatkan oleh ucapan sang atasan dalam nada menggoda yang begitu kentara kedua telinganya mendengar. Sebagai respons, ia pun langsung berhenti berjalan. Dan dengan cepat membalikkan badan ke belakang guna melihat sosok Davae, terutamanya ekspresi pria itu. Ia ingin tahu juga tatapan pria itu bagaimana. "Kau cantik, Miss Alena." Alena menambah kuluman senyum di wajah dan mengangguk. Sekali saja. "Aku tahu, Mr. Davae. Banyak juga yang sudah memujiku seperti kau katakan," jawabnya santai. "Benarkah? Siapa saja mereka? Apa lebih banyak pria dibandingkan wanita?" Alena hanya membalas dengan senyuman lebar hingga memerlihatkan deretan giginya yang putih. Seperkian

