Akuma memberikan sentuhan terbaiknya pada tubuh Alexa. Hingga akhirnya gadis itu merasa ingin mengeluarkan sesuatu dari dalam intimnya. Tangan yang awalnya mencengkeram seprai, kini beralih ingin menghentikan kegiatan yang Akuma lakukan. “Akuma … jangan,” ujar Alexa lirih. “Nani? Bukankah setiap orang menyukai kegiatan ini?” tanya Akuma dengan polos. “Ehm … aku … aku tidak pernah melakukannya,” ungkap Alexa. Akuma menghentikan kegiatannya, lalu menatap Alexa dalam-dalam. Alexa memang tidak sedang berbohong, selama ini ia hanya sekadar berciuman dan tidur bersama tanpa melakukan apapun. Akuma beranjak dari posisinya, ia melihat Alexa yang kini sudah terlihat tubuh bagian atasnya. “Akuma,” panggil Alexa. “Nani?” “Apa kau mencintaiku?” “Ayo kita latihan!” ajak Akuma. “Baka!” seru Al

