Merry tertawa kecil, "Bukankah dia wanita yang penuh semangat?" "Dia bersikap kurang ajar, padahal aku atasannya." "Tapi anda tidak terlihat marah." "Karena aku juga seperti itu." "Saya senang anda memiliki teman baru, Nyonyaku." Merry selesai menyisir rambut Aluna, "Sudah selesai. Saya akan mengantar anda ke meja makan." "Tidak perlu, aku akan pergi sendiri. Kerja bagus hari ini, semuanya." Aluna menuju ruang makan. Seperti biasa, Devan sudah menunggunya di sana, sambil mendengarkan Jack yang memberi laporan soal peredaran narkoba di daerah mereka. "Berani sekali seseorang menyebarkan barangnya di wilayahku?" ujar Devan. "Apa perintah anda, Tuan?" tanya Jack "Bereskan semua, sampai ke akarnya," tegas Devan. "Baik Tuan!" Jack menatap Aluna, ia mengangguk pelan untuk memberi sala

