Semua orang menatap Aluna dengan wajah terkejut, termasuk Keysa. Mereka terpesona dengan kecantikan yang begitu halus. Aluna melirik Rosa, yang menatapnya dengan wajah tak percaya. "A.. Apa? Dia Aluna yang itu? Wanita jalanan yang dipungut Devan? Bagaimana bisa..."Rosalia tak bisa menerimanya. "Aku minta maaf karena datang terlambat, Nona Wijaya. Mobilku sempat terhenti di jalan sebentar," ujar Aluna. "Ah... Ti... Tidak apa-apa, Nyonya Wilson," Fany menarik kursi untuk Aluna, sehingga wanita itu langsung duduk di sana. Semua orang membawa pengawal di belakang mereka, ini adalah hal wajar. "Aku ingin berterimakasih karena sudah mengundangku kemari. Ini adalah pesta teh pertama untukku," ucap Aluna dengan lembut. Fany yang mendengar suara Aluna ingin tertawa, "Dia benar-benar pandai meng

