"Bukankah kau sudah berjanji, aku bisa melakukannya hari ini?" "Hari masih panjang!" ujar Aluna. "Aku maunya sekarang," Devan menahan Aluna, ia buru-buru mengambil posisi di atas Aluna dengan kedua telapak tangan bertumpu di sisi kepala Aluna. "Aku menagih janjimu, istriku." "Oh, ayolah... eumphh!" Aluna masih mencoba mendorong Devan, saat pria itu menc*um bibirnya dengan lembut. Ya, itu adalah c*uman yang lembut, tidak sakit sama sekali, namun Aluna tak bisa melepaskannya karena Devan begitu kuat. Devan menarik kedua tangan Aluna, memasukkan jari-jari ke sela-sela jari Aluna. Mereka berpegangan tanpa melepaskan c*uman itu. Aluna terbawa suasana, ia menikmati hal ini meskipun ia tak menginginkannya. Namun suasana itu hancur saat suara ketukan pintu terdengar. "Tuan, ini Saya," itu Jack

