"Apa dia lebih cantik dariku?" "Apa?" Brian terkejut saat Aluna menatapnya dengan tajam. "Kenapa? Dia lebih cantik dariku, ya?" Brian tak menjawab. Dibanding mantan Devan, tentu saja Aluna jauh lebih cantik. "Jika dia tidak lebih cantik dariku, apa yang harus aku khawatirkan? Aku juga pintar dan bisa bergaul dengan siapa saja. Aku tidak akan takut hanya karena setitik kotoran menempel di gaunku," Aluna berputar sesuai dengan irama lagu. "Aku percaya, Devan bisa memutuskan sesuatu dengan baik. Untuk apa dia kembali pada pengkhianat? Kalau pun nantinya itu sungguh terjadi, tidak ada yang perlu aku takutkan. Karena hanya ada satu orang yang dapat mengisi posisi Nyonya Wilson," Lagu kedua selesai. Aluna bergegas menarik tangannya dari Brian, "Terimakasih karena sudah mengkhawatirkan ku, Tu

