"Hehehe." "Yasudah, kututup teleponnya sekarang." "Sampai jumpa lain waktu!" Selena meletakkan ponselnya. Ia mengusapkan krim malam di wajahnya, sambil terus memikirkan kembalinya Rosa, "Rosalia Datang kemari untuk kabur dari mafia Rusia yang dia tipu, kan? Kenapa dia malah pergi ke casino, bersenang-senang seolah tak terjadi apa-apa? Orang yang ditipu pasti tak akan tinggal diam." Selena melempar dirinya ke atas ranjang, "ternyata dulu Devan memang sangat b*doh." "Rosalia kembali?" "Benar, Tuan Wilson. Ini sudah dipastikan." Setelah 2 tahun, akhirnya wanita itu kembali. Devan jadi ingat, ia sempat menahan Rosalia yang hendak pergi, ia memohon dan mempermalukan dirinya sendiri. Dulu, saat Devan memikirkan Rosa, yang terlihat adalah sosok cantik penuh kehangatan, yang akan berlari da

