Brian menarik pinggang Aluna, membawa wanita itu menjauh dari bawah ventilasi. Benar saja, beberapa orang langsung turun dari sana dan menodongkan senjata mereka pada Brian. "Tuan Victor, maafkan aku. Sepertinya yang diincar itu kau, jadi bisakah aku pergi?" tanya Aluna. "Kau yakin mau pergi?" BRAKKK! Aluna sontak menoleh ke arah pintu keluar. Barusan ada orang yang menendang pintu, lalu menghilang bersamaan dengan suara tembakan. "Baiklah, kalau begitu aku hanya akan menonton," Aluna mendorong Brian yang masih memeluk pinggangnya. DOR! Peluru melesat, hampir mengenai wajah Aluna jika saja wanita itu tidak menundukkan kepalanya. Tapi, itu membuat Aluna marah. "b******n ini, yang kalian incar kan dia! Kenapa kau menyerangku juga?!" Aluna melepaskan sepatu, lalu melemparnya ke si pen

