“lana..”lana segera mengalihkan pandangannya kepada pria yang tengah melambaikan tangannya. “kak tyo...”lana berusaha tersenyum agar tyo tidak curiga dengan kedatangan lana yang begitu tiba’tiba. Tyo segera memeluk adiknya dengan erat mengusap rambutnya dan mengecup pucuk keningnya,rasa rindunya kini terobati sudah dan lebih menyenangkan lagi lana datang seorang diri tidak bersama pria tua menyebalkan itu”aku senang kau mengunjungiku disini..ah..kenapa kau sendiri saja..apa pria tua itu menyakitimu?” “siapa..??”lana melepas pelukannya lalu mengajak tyo kembali melangkah kearah keluar bandara. “siapa lagi jika bukan pria tua itu..” “ah dia sibuk..”jawab lana bohong,tanpa berani menatap tyo. “ah...tidak masalah dia tidak datang bersamamu .aku hanya berharap kau akan berlama’lama tingg

