Rosmalina segera melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kecocokan sumsum tulang belakangnya. Dia berharap sangat besar dengan apa yang ada dalam pikirannya itu. Misinya harus segera tercapai, demi sebuah hasrat yang tersimpan dalam dadanya. Tim medis pun segera melakukan tindakan. Sedangkan semua keluarga menunggu hasil dari pemeriksaan itu. Nirmala terdiam dengan tatapan kosongnya. Dia seakan tak bisa membayangkan tentang apa yang akan terjadi setelah pemeriksaan Rosmalina mendapat jawaban. Nirmala kembali menemani Asila yang masih menutup matanya. Nirmala menggenggam tangan putri kecilnya itu dengan sangat erat. Kasih sayangnya tak bertepi. Air matanya jatuh menggenangi setiap pertikel rintihannya. Berkali-kali Nirmala mencium tangan kanan Asila. Dirinya seakan tak bisa jauh dari putr

