Livia kaget saat merasakan pelukan erat dari belakang, ia membalikkan badan dan melihat Adam yang tersenyum, lalu mengangkat dagunya dan melumat bibirnya. "Iiih datang-datang langsung main cium aja, bawaan bayi ya, biasanya aku kok malah mas Adam?" tanya Livia sambil tertawa setelah suaminya melepas ciumannya. Adam masih memeluknya, mengeratkan pinggangangnya dan kembali mendekatkan bibirnya. "Cium aku sayang," pinta Adam. Livia menatap wajah suaminya, mengusap rahangnya dan meraih leher suaminya agar lebih menurunkan wajahnya. Livia mencium dengan ragu dan malu-malu karena ia jarang memulai lebih dulu. "Mas kenapa? Nggak biasanya?" tanya Livia setelah melepas ciumannya. "Kangen kamu," bisik Adam ditelinga Livia dan Livia memukul d**a suaminya. "Ih gombal, ketemu tiap hari jug

