34

1219 Kata

Candra mendekat saat melihat Biru bermain dengan laki-laki berwajah tampan, dengan rambut coklat dan badan yang tegap. Saat semakin dekat, ia ditepuk bahunya oleh Adam. "Biarkan saja, biar Biru bisa lebih dekat dengan papa biologisnya," ujar Adam dan Candra mengerti, karena baru kali ini ia bertemu dengan laki-laki yang membuat Biru ada. "Bagaimana kau bisa sabar? Dia laki-laki yang bisa saja mengambil Biru darimu, bahkan bisa mengambil Livia juga, maaf ber aku-kamu, biar kita akrab saja" ujar Candra. "Iya nggak papa Ndra, aku berpikir begini, jika kita berniat baik pada orang, maka orang juga akan seperti itu pada kita, tapi jika kita sudah berbuat baik tapi dibalas dengan kejelekan ya sudah itu sudah jalan terbaik yang aku yakin Allah punya rencana lain, sejak dulu ibu mengajarik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN